TIM FAKTA (FORUM ANTI GERAKAN PEMURTADAN)
Melayani Diskusi, Dialog dan Konsultasi Agama
Kontak Pengasuh: 081.8844.393; 0852.107.000.20; 0816.542.5227; 0815.833.8083
PO.Box. 1426 Jakarta13014.
E-mail: timfakta@yahoo.com, timfakta@gmail.com

Saturday, December 25, 2010

Kesaksian Sharafuddin yang Murtad

Salah satu senjata untuk menghajar akidah Islam adalah pelunturan akidah dengan memanfaatkan orang-orang Islam yang telah murtad menjadi Kristen. Para mantan Muslim yang sudah menjadi Kristen ini diekspos sedemikian rupa dengan kesaksian-kesaksian yang dipoles dengan wawasan islamobgi, untuk merancukan ajaran Islam. Target utama kesaksian ini adalah umat Islam yang tipis imannya dan dangkal pemahamannya.

Untuk itu, para misionaris tak segan-segan mempublikasikan kesaksian palsu yang direkayasa dan dilebih-lebihkan dengan mengaku-ngaku sebagai mantan ustadz, mantan kiai, mantan guru pesantren, dan lainnya. Beberapa contoh penginjil yang sudah terbongkar kepalsuannya adalah Danu Kholil Dinata yang mengaku sarjana agama dari Sekolah Tinggi Agama Islam Cirebon, Pendeta Muhammad Filemon yang mengaku sebagai mantan anggota Intifadhah yang telah membaptis KH. Zainuddin MZ, Hagai Ahmad Maulana
yang mengaku sebagai putra kandung KH. Kosim Nurzeha, dan lainnya.

Beberapa waktu lalu, Joni Indarto, seorang pembaca setia Sabili, mengeluhkan adanya situs Kristen (www.########-lslam.org) yang mempublikasikan kesaksian para murtadin dari berbagai negara, antara lain Indonesia, Malaysia, Iran dan Pakistan. Para murtadin yang diekspos dalam situs ini antara lain: Chariah, Jamilah, Aishah, Yahya, Sharifah, Hamran Ambrie, Hisham, Tarmizi, Rabiyah, Faisal, Hamzah, Rogayyah, Kartini, Dadang M, Siti Zainab, Anuar, Sharafuddin, Baharom, Syahid Mehdi Dibaj, Syahid Tahir Iqbal, Abu Bakar, Muhammad, Solehah, Drs. A. Pumomo W.danAinur.

Umumnya, kesaksian para murtadin itu dihiasi dengan ayat-ayat al-Qur'an untuk melemahkan akidah umat Islam. Ayat-ayat dan analisa yang ditampilkan itu adalah jurus-jurus "pasaran" yang biasanya dipakai oleh para penginjil. Besar kemungkinan, kesaksian itu tidak murni pengalaman rohani yang benar, melainkan polesan dan rekayasa para misionaris.

Salah satu kesaksian murtadin yang ditampilkan dalam situs Kristen Itu adalah Sharafuddin. Ia mengaku berasal dari sebuah keluarga Melayu Muslim yang dididik dalam lingkungan taat beragama yang aktif dalam pengajian ushuluddin dan al-Qur'an. Lingkungan Islami itu, menbentuknya sebagai seorang remaja yang rajin menunaikan berbagai kewajiban sebagai seorang Muslim yang bertakwa.

Ketika masuk perguruan tinggi di salah satu universitas, ia merasa bosan dengan rutinitas ibadah yang ia lakukan. Kegalauan iman inilah yang menuntun Sharafuddin menjadi seorang ateis.

Rutinitas ibadah Islam yang diragukan oleh Sharafuddin adalah ibadah shalat. Menurutnya, ibadah yang dilakukan dengan menghadap Ka'bah ini adalah satu bukti pemberhalaan terhadap benda mati. la menulis, "Islam juga mengutuk segala penyembahan kepada berhala-berhala (idolatry) karena Muhammad telah menyatakan 'La-ilaha-ilallah', Tidak ada Tuhan selain Allah'. Tapi, seluruh dunia Islam setiap hari, dan lima kali sehari, mereka bersujud, berlutut dan berukuk kepada sebuah bangunan berbentuk segi empat di kota Makkah. Bangunan Ka'bah itu mengandungi sebuah Batu Hitam yang amat disanjung tinggi oleh semua para Muslimin dan Muslimat, yang disebut sebagai 'Hajarul Aswad'. Lebih tepat lagi, batu ini sebenamya ialah satu serpihan tahi bintang yang telah jatuh dari langit di zaman dahulu."

Beribadah menghadap kiblat ke arah tertentu, bukanlah monopoli agama Islam. Jauh sebelumnya, para nabi berkiblat ke Yerusalem ketika menyembah Tuhan. Kitab Perjanjian Lama dalam Bibel mengakui hal ini. Dikisahkan Nabi Daniel beribadah dengan bersyukur dan berdoa kepada Tuhan sehari dengan kiblat ke Yerusalem (kitab Daniel 6:11, terjemahan lama).

Syariat kiblat ini juga berlaku pada zaman Yesus. Hal ini diakui dalam Ensiklopedi Perjanjian Baru. Pada halaman 60 disebutkan bahwa Bait Allah adalah jantung kehidupan bangsa Israel. Setiap hari, pada jam-jam tertentu orang berkumpul untuk berdoa, dan tiga kali setahun diadakan ziarah ke bait Allah, dari ujung negeri yang paling jauh sekalipun. Selanjutnya, ensiklopedi itu menyebutkan: "Yesus mentaati dan membenarkan praktik-praktik peribadatan Bait Allah, walaupun ia sangat mencela formalitas yang merusaknya. Ia menghendaki hormat bagi Bait Allah."

Menuding umat Islam sebagai pelaku pemberhalaan Baitullah sama sekali tidak benar. Seluruh umat Islam di manapun berada, tak satu pun yang melakukan shalat untuk menyembah Ka'bah. Umat Islam bukan menyembah Ka'bah, melainkan menyembah Tuhan pemilik Ka'bah tersebut, sesuai dengan firman Allah SWT, "Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka'bah)," (QS al-Quraisy: 3).

Ka'bah adalah kiblat umat Islam seluruh dunia. Jadi, berkiblat ke Ka'bah adalah pemersatuan arah, karena Islam bersrfat universal.

Dengan demikian, syariat Islam tidak pemah menyimpang dari ajaran tauhid. Penyimpangan dari tauhid justru dilakukan oleh umat Kristen dengan berdoa kepada Bunda Maria, malaikat dan para santo (orang yang dianggap kudus/suci).

No comments:

Post a Comment